Bab 85

498 Kata

Sudah dua minggu sejak Sheila mengetahui kehamilannya. Dua minggu sejak percakapan bisu di ruang keluarga itu, ketika Raka mengumumkan berita besar dengan polosnya dan dunia mereka berubah sekali lagi—diam-diam, tanpa pesta, tanpa kilat kamera, hanya dengan sebuah krayon hijau. Hari-hari setelahnya berjalan lambat. Dan diam-diam menyesap. Sheila duduk di ruang tengah sore itu, tangannya menyentuh perutnya yang masih datar. Ia memejamkan mata. Tubuhnya mengingat, lebih cepat dari pikirannya. Rasa mual. Lelah. Detak jantungnya kadang lebih cepat. Tapi yang lebih membuatnya bingung adalah suara kecil di dalam dirinya yang tak tahu apakah ia siap. Galih datang dari dapur, membawa semangkuk buah potong dan sebotol air lemon. “Minum dulu,” katanya lembut. Sheila menerima mangkuk itu tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN