28. Kebenaran Dibalik Panti

1332 Kata

Tara memandang jalanan dari balik kaca jendela mobil yang dikendarai Bastian. Ia merasa tidak asing dengan pemandangan di sepanjang jalan itu, meskipun ada beberapa bagian yang tidak ia kenali lagi. Memori Tara akan jalan itu terisi penuh ketika Bastian membelokkan mobilnya ke pelataran rumah yang sudah banyak berubah dari yang ada di ingatannya. Tara masih terdiam di tempat duduknya sambil menatap rumah besar bercat kuning gading dengan plang bertuliskan ‘Panti Asuhan Kasih Bunda’. Beberapa tahun ia dan Tina menjadi penghuni rumah itu. Banyak suka dan duka yang ia lewati bersama para suster dan teman-teman sesama yatim piatu. Dari mulai berbagi sepiring nasi dan sepotong telur dadar saat stok makanan dari para donatur hampir habis, belajar bersama, sampai merayakan natal tanpa kado. Serb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN