47. RAHASIA BESAR ERLAN

1960 Kata

Setelah menyelesaikan makan malam yang hangat bersama dengan kedua orang tua Erlan, kini Giana tengah berada di ruang tv di lantai dua. Eva sudah beristirahat lebih dulu untuk tetap menjaga kondisinya agar terus membaik, ditemani oleh suaminya. “Mau main game?” tanya Erlan. Giana menggeleng. “Kita duduk sambil ngobrol aja ya.” Tiba-tiba, Erlan yang duduk di sebelah Giana, menjatuhkan kepalanya di pangkuan wanita itu. “Gimana kesannya setelah aku ajak ke sini?” “Seneng dong, apalagi bisa liat kondisi Mama yang sudah membaik.” Jawab Giana sambil mengusap kepala Erlan dengan lembut. “Kamu jadi tau foto aibku saat jaman dulu.” “Memang kenapa?” “Nggak sih, kamu jadi tau kalau aku ganteng dan menggemaskan.” “Ih, kamu emang pede banget ya?” Giana menjawil hidung Erlan dengan gemas. Erlan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN