Ravin keluar dari mobil dan di sambut oleh bunyi pelatuk. Dor Cairan segar mulai menetes dari lengan Ravin, saat peluru berhasil menembus lengannya. Ravin menahan sakit saat peluru bersembunyi di sela-sela dagingnya. Karena Ravin tersulut emosi, Ravin langsung merobek kemejanya sendiri, dan mengikat lukanya, lalu membawa langkahnya mendekati banyak nya orang, dan salah satunya orang yang sudah menembak lengan Ravin. Ravin langsung menghajar banyaknya orang itu sendirian dan mengabaikan rasa sakit yang terkena tembakan tadi. Satu orang melawan banyaknya orang, kalau bukan orang yang ahli, tentu saja dengan sekali hajar yang satu orang itu langsung lenyap. Anak buah Ravin yang melihat Ravin di hajar oleh puluhan musuh segera membantu Ravin, dan tak membutuhkan waktu lama, kelompok R