58. perceraian

1447 Kata

"Syaratnya, Minggu depan Kak Ravin harus mengurus surat perceraian kita." Ujar Asha yang membuat hidup Ravin seakan-akan sudah hancur saat itu juga. "Sayang, kamu tidak sedang ngeprank aku kan?" tanya Ravin dengan mata yang sudah merah karena menahan tangis. Bukan karena Ravin cengeng atau apa pun itu, tapi prinsip Ravin memang hanya ingin menikah satu kali dalam seumur hidupnya. Sebenarnya bukan hanya masalah prinsip, tapi Ravin juga sangat mencintai Asha. "Aku serius, Kak." Jawab Asha dengan penuh sungguh-sungguh. Ravin langsung berdiri dan mengeluarkan nafasnya dengan sedikit tertekan karena merasa sangat kesulitan. Ravin melihat ke sembarang arah untuk menyembunyikan kesedihannya. "Baiklah. Aku akan menurutimu. Minggu depan aku akan mengurus perceraian kita." Ujar Ravin yang lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN