Ruang rapat hening setelah Zeya selesai memaparkan laporan bulanan. Beberapa pemegang saham tampak mengangguk. Namun keheningan itu segera dipecah oleh suara Elina yang terdengar tenang tapi penuh maksud. "Ada satu hal lagi yang harus diketahui semua orang di ruangan ini," kata Elina, lalu mengangkat tablet miliknya dan menyodorkannya ke layar besar. Sebuah artikel muncul, judulnya memuat nama Zeya dan isu masa lalunya yang berkaitan dengan gangguan kecemasan serta kecelakaan yang sempat membawanya ke rumah sakit jiwa. Beberapa orang tampak terkejut. Sorotan mata perlahan beralih ke arah Zeya. "Ini bukan serangan pribadi, tentu saja," ucap Elina tenang. "Tapi saya rasa semua orang berhak tahu latar belakang seseorang yang memegang kendali sebesar ini dalam bisnis rumah sakit. Kita bica