Di Antara Kehangatan dan Kecurigaan

1612 Kata

Jarum jam hampir menunjuk ke angka sepuluh ketika suara pintu apartemen terbuka. Aksa yang sejak tadi duduk di tepi ranjang dengan tangan terlipat di d**a, mengangkat kepalanya. Ia mendengar langkah kaki Lira di lorong, lalu suara gemericik air dari dapur. Mungkin istrinya sedang minum sebelum masuk ke kamar. Sesaat kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Lira melangkah masuk dengan santai. Wanita itu tak menyadari bahwa suaminya telah menunggunya selama berjam-jam dengan pikiran yang penuh pertanyaan. Namun, yang membuat Aksa terkejut adalah ekspresi wajah Lira. Bukan rasa bersalah, bukan kelelahan, melainkan senyuman kecil yang lembut. “Kamu udah makan?” tanyanya ringan seraya meletakkan tas di atas meja rias. Aksa yang sejak tadi menyusun kata-kata agar tidak meledak begitu saja, mengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN