Rasa Benci

1272 Kata
"Aku takut. Aku takut jika pada akhirnya aku tidak bisa bertahan karena rasa sakit ini, dan aku takut tidak bisa menikmati hari bahagia itu sebelum aku benar-benar pergi meninggalkan dunia ini. Aku takut Kak...!" ucap Gracia. Nada suaranya terdengar lemah dan rapuh membuat Ozan ikut merasakan rasa takut dan rapuh yang saat ini Gracia rasakan. Dia lantas mempererat pelukannya di bahu Gracia, seolah ingin menguatkan wanita itu, dengan cinta dan kasih sayangnya. "Jangan bilang seperti itu. Kamu akan sembuh. Sebentar lagi kamu akan sembuh. Bertahanlah. Hanya tinggal dua bulan lagi!" ucap Ozan tapi Gracia kembali menggeleng di d**a Ozan. "Tidak Kak Ozan.... Dua bulan itu terlalu lama. Sepertinya aku tidak akan bisa bertahan sampai selama itu!" balas Gracia dengan suara yang semakin terdengar putus asa, tapi Ozan kembali menggeleng. "Tidak. Aku akan mengusahakan agar kamu bisa segera menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang itu, setelahnya aku yakin kamu akan kembali pulih seperti sedia kala...!" ucap Ozan kembali meyakinkan, tapi Gracia justru terdengar menghela nafas. "Apa setelah aku melewati operasi itu, dan sembuh, kamu akan meninggalkanku dan tetap memilih bersama Elena...?" tanya Gracia setelah itu, tapi Ozan hanya terdengar menghela nafas. "Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Gracia. Kamu adalah satu-satunya wanita yang aku inginkan untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anakku. Kamu adalah cinta sejatiku, dan aku akan mengusahakan apapun untuk membuatmu sembuh seperti sedia kala!" ucap Ozan kembali mengutip kalimat dia yang sebelumnya, karena Ozan berpikir Gracia tidak mempercayai dirinya. "Tapi Elena...!" "Husttt...!" Ozan menghentikan kalimat yang mungkin wanita itu ingin ucapkan karena sungguh saat ini Ozan sedang tidak ingin membicarakan masalah Elena. Namun Ozan tidak bisa menutup mata bahwasanya ada kecemburuan yang dirasakan Gracia pada Elena. Cemburu dalam artian bukan yang emosional, tapi Gracia cemburu pada kondisi tubuh Elena yang sehat, sementara dirinya harus bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk bertahan hidup. Gracia cemburu pada Elena hanya karena Ozan menikahinya dan sekarang Elena hamil anak laki-laki yang bahkan Gracia cintai sebelum Elena. "Sudah berapa kali aku mengatakan jika aku tidak pernah mencintai Elena. Pernikahan kami hanya sebuah sandiwara. Iya ... Menikahi Elena hanya untuk membuatnya hamil dan anak yang akan Elena lahirkan itu yang nanti akan menjadi obat untuk menyembuhkan leukimia yang kamu derita," ucap Ozan dengan nada berbisik punuh rasa bersalah, dan diam-diam Gracia tersenyum di d**a Ozan. "Tapi kak... Elena itu....!" "Tidak. Jangan bicara apapun. Aku akan segera mengakhiri pernikahanku dan Elena setelah Elena melahirkan bayi dalam kandungannya. Lalu setelah itu kamu akan segera menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang, dan saat kamu sadar dari operasi itu... Aku akan segera menyiapkan pesta pernikahan untuk kita. Aku tidak akan menunggumu sampai benar-benar pulih, cukup sampai kamu berjuang dan melewati operasi itu, maka setelahnya kita akan menikah. Ini janjiku. Aku berjanji akan menyiapkan pesta pernikahan super mewah untukmu. Aku juga akan mengundang beberapa reporter televisi untuk menyiarkan secara langsung bagaimana aku akan mengikat sumpah dan janji atas cintaku padamu... dan aku ingin kamu mempercayaiku!" ucap Ozan benar-benar sangat menyakinkan. Gracia tidak menjawab, dia hanya semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Ozan, dengan wajah yang dia tempel di depan d**a laki-laki itu. "Papamu, juga kedua kakakmu, Aldo dan Arlon sudah menyetujui rencanaku ini. Kita hanya perlu menunggu sampai Elena melahirkan!" ucap Ozan lagi dan kali ini Gracia mengangguk, meskipun di hatinya masih ada sedikit keraguan, takut jika Elena justru melawan dan tidak ingin berpisah dengan Ozan, karena jika itu benar-benar terjadi, Gracia tidak punya celah untuk bisa masuk sebagai anggota keluarga Caspian. "Aku hanya khawatir jika Elena akan menolak berpisah denganmu, Kak... Atau Elena akan melakukan tindakan kriminal padaku. Dulu dia sering melakukan itu padaku, menyakiti juga melukaiku. Sering bertindak di luar batas. Aku takut dia akan...!" "Hussst....!" Ozan kembali menghentikan ucapan Gracia lalu menarik wajah wanita itu dengan kedua telapak tangan berada di kedua sisi wajah Gracia. Gracia mendongak menatap bibir Ozan yang sedang berbicara padanya. "Aku tidak akan membiarkan dia melakukan apapun padamu. Aku bahkan tidak akan membiarkan bayangannya mendekat padamu. Aku akan membuatnya jauh darimu, hingga meskipun dia ingin melukaimu hanya dalam pikirannya saja, aku akan langsung mematahkan niat itu dan memberinya pelajaran untuk segera menyadari kesalahannya!" sambung Ozan dan Gracia hanya terpaku dengan rasa haru yang begitu syahdu. "Tidak Kak...!" tolak Gracia dengan sangat lemah. "Kak Ozan hanya tidak tahu bagaimana karakter dan sifat asli Elena. Dia itu kejam, dia itu sering mencelakaiku bahkan pernah mendorongku dari tangga hingga aku mengalami pergeseran sendi. Tidak hanya itu, Elena pernah mencampurkan racun dalam makananku hingga membuatku harus dilarikan ke rumah sakit dan tidak sadarkan diri beberapa hari... Dan masih banyak lagi sikap Elena yang jauh dari nalar normal, itulah yang membuat Elena mendapat perhatian khusus dari kak Aldo dan Arlon!" jelas Gracia seolah semua yang dia ucapkan tadi benar-benar pernah terjadi padanya, padahal yang sebenarnya adalah Elena yang mengalami semua ketidakberuntungan itu, perhatian khusus yang diberikan oleh ayah dan kedua kakak laki-lakinya tentu saja tertuju pada Gracia seorang. Gracia yang menjadi sumber kekhawatiran juga kebahagiaan mereka. "Tidak. Kali ini Elena tidak akan berani melakukan itu padamu. Aku akan menjagamu. Aku yang akan memberinya hukuman jika dia berani melakukan kejahatan itu padamu. Aku berjanji... Aku berjanji akan menjagamu lebih dari caraku menjaga diriku sendiri!" ucap Ozan yang langsung mengecup bibir Gracia. "Sungguh...!" ucap Gracia memastikan dan detik berikutnya, Ozan menarik wajah Gracia lebih dekat dengannya, lalu memberi jawaban pasti atas keraguan wanita itu. Bukan kata-kata, bukan kalimat manis dan mengharu biru, tapi aksi lembut yang menggambarkan cinta dan ketulusan. Iya... Ozan menarik wajah Gracia lebih dekat lalu menjangkau belah bibir wanita itu. Ozan menyesap belah bibir bawah Gracia dengan sangat lembut, menyesapnya dengan bibir basahnya dan perlahan Gracia yang membalas ciuman itu dengan cara yang sama. Saat Ozan menyesap lembut belah bibir bawah Gracia, Gracia membalasnya dengan menyesap belah bibir atas Ozan. Bergantian, dan saling menikmati bibir mereka masing-masing tanpa merasa canggung , bahwasanya saat ini status mereka adalah kakak dan adik iparnya. Di lain tempat. Bibi Mila yang merasa khawatir dengan kondisi Gracia... menuruti cerita suster tadi , dan langsung bergegas ke lantai sembilan ke unit khusus VVIP nomer satu. Tidak hanya itu, Bibi Mila bersikeras pergi ke ruangan itu hanya karena suster tadi juga mengatakan jika Ozan Caspian juga ada di ruangan Gracia, dan iya... Bibi Mila ingin memberitahu Ozan bahwasanya Elena mengalami pendarahan dan saat ini berada di rumah sakit ini. Tentu saja tujuannya agar Ozan menengok dan menemani Elena, istrinya yang saat ini sedang mengandung anak laki-laki itu... karena bagaimanapun itu adalah bagian dari tanggung jawab Ozan sebagai seorang suami. Namun saat bibi Mila sampai di lantai sembilan, dan depan ruang VVIP nomer satu bibi Mila justru melihat pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat. Dimana saat ini bibi Mila melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Gracia dan Ozan sedang berciuman dengan sangat panas. Degup jantung bibi Mila berdetak lebih kencang, darahnya terasa ikut mendidih, tapi suaranya justru membeku. Bibi Mila sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, hingga bibi Mila beberapa kali mengucek matanya, tapi apa yang dia lihat benar adanya. Di dalam sana Gracia sedang duduk di atas ranjang rumah sakit, dengan pakaian rumah sakit, dan Ozan duduk di sampingnya. Tidak hanya sekedar duduk, bibi Mila melihat bagaimana keduanya saling menikmati ciuman bibir mereka. Bukan ciuman spontan yang mungkin tidak sengaja terjadi, tapi ini jelas ciuman yang memang di lakukan dengan segala kesadaran mereka. Bibi Mila meyakini itu, karena saat ini sebelah tangan Gracia juga menahan tengkuk leher Ozan, dan sebelah tangan Gracia yang lainnya ada di d**a Ozan, bergerak lembut, mengelus mesra d**a itu dan pergerakan ciuman mereka juga terlihat sangat lembut, juga penuh cinta. Diam... Bibi Mila diam sejenak, merasakan ada sesuatu yang menikam bilik hatinya, lalu mengeluarkan ponsel miliknya dan.......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN