BAB 24

1644 Kata

“Presentasinya ... hilang.” Suara Zayna terdengar sangat pelan. Terlalu pelan untuk ukuran dirinya, dan justru riak lirih itulah yang membuat langkah kaki Althair di ambang pintu mendadak terhenti total. Althair melangkah tegas memasuki ruang residen. Beberapa koas sudah berdiri mengerumuni meja komputer dengan ekspresi wajah yang sama bingungnya. “Kok bisa hilang, sih?” “Tadi sebelum ditinggal masih aman, kok.” “Kena virus, ya?” “Jangan-jangan harddisk-nya yang mendadak rusak.” Zayna masih bergeming di depan monitor. Jemarinya mencengkeram mouse, namun tatapan matanya kosong menatap layar yang bersih tanpa sisa. Untuk pertama kalinya sejak mengenal gadis itu, Althair tidak menemukan binar jenaka dan senyuman di wajahnya. “Kapan terakhir kali file itu dibuka?” tanya Althair, memecah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN