BAB 13

1433 Kata

“Saya punya teori baru.” Kalimat pendek yang meluncur santai dari mulut Zayna Valerine itu seketika membuat otot rahang Althair menegang. Malam sudah hampir menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Ruang komite medis dokter spesialis bedah saraf nyaris kosong melompong, hanya menyisakan dengungan pelan dari lampu neon di langit-langit. Di luar ruangan, sesekali terdengar suara sayup roda brankar didorong melewati koridor. Zayna masih berdiri tegak di depan meja kerja Althair. Sikapnya terlalu santai, kontras dengan Althair yang mendadak merasa seperti seorang terdakwa di depan sidang etik kedokteran. “Teori apa?” tanya Althair, berusaha menjaga nada suaranya sehati-hati mungkin. Tanpa izin, Zayna menarik kursi di dekatnya lalu duduk begitu saja. “Kita mulai dari bedah data,” u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN