BAB 86

1326 Kata

Lampu-lampu sorot di halaman rumah utama keluarga Dewantara masih menyala terang membelah kegelapan tatkala Althair tiba. ​Waktu telah menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit malam. ​Sedan hitam yang dikendarainya berhenti mulus tepat di depan teras megah bergaya arsitektur klasik tersebut. Seorang staf rumah berjas rapi bergegas mendekat dan membukakan pintu mobil dengan sikap hormat. ​”Pak Baskara sudah menunggu Dokter di ruang kerja pribadi beliau,” lapor staf tersebut dengan suara pelan. ​Althair menganggukkan kepalanya singkat. “Terima kasih.” ​Ia melangkah masuk tanpa banyak bicara. Rumah kediaman utama itu masih persis sama seperti yang selalu ia ingat sejak masa kecilnya. ​Luas. Rapi tanpa cela. Namun teramat sunyi. ​Tidak ada dentang suara televisi yang menyala, ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN