BAB 96

1255 Kata

Pagi yang dingin melingkupi ruang kerja utama Baskara Dewantara. Cahaya matahari pagi menerobos tipis melalui jendela kaca setinggi langit-langit, memantul di atas permukaan meja kayu jati berukir yang selalu tertata rapi. Ruangan itu sunyi, hanya dihiasi denting jam dinding yang berdetak teratur, ketika sebuah map berkas tebal diletakkan secara perlahan di atas mejanya. Baskara menyesuaikan posisi kacamatanya, lalu membuka sampul map tersebut. Laporan evaluasi akhir stase residensi. Jemarinya membalik lembaran kertas hingga pandangannya tertahan pada satu nama yang sudah tidak asing lagi di telinganya, Zayna. Di kolom penilaian akhir, tertulis satu predikat tegas: Sangat Baik. Baskara tidak langsung membalik halaman berikutnya. Matanya terpaku sejenak pada catatan supervisor klinik d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN