Tidak hanya sampai disitu saja, Ronald pun masih mendapat kejutan lainnya. Yaitu, ia mendapat surat pemeriksaan dari pihak kepolisian dengan dugaan kepemilikan surat palsu yang sudah terlebih dulu ia jual kepada orang lain. Awalnya Ronald tidak menggubris hal tersebut karena ia masih beralasan bahwa surat tersebut legal dan asli. "Sial!" Umpat Ronald. Ia mulai kesal karena kebohongannya satu persatu mulai terungkap. Ronald tidak mungkin hanya diam dan menerima semua hukuman yang akan diterimanya. Ia harus segera bertindak dan meyakinkan polisi bahwa laporan mengenai dirinya tidak benar dan salah sasaran. "Saya tidak merasa, kenapa saya harus datang ke tempat ini?" Ucap Ronald, begitu ia memenuhi panggilan polisi padahal dia sudah mendapat dua kali surat panggilan. Jika ia masih tetap