Dari Balik Layar

1103 Kata

PoV Raka "Keluar," ucap Rendra dingin. Dia menatapku tajam seperti ingin mengadu kekuatan. Kali ini aku mau diam. Aku berhak dan dia tak boleh mengusirku. "Kamu--" "Pergi." Aku diusir tanpa teriakan. Tanpa keributan. Rendra berdiri di depan pintu ruang rawat, menatapku dengan wajah yang terlalu tenang untuk situasi seperti ini. Tidak ada nada tinggi. Tidak ada emosi yang meluap. Justru itu yang membuat dadaku mengeras. “Untuk sekarang, lebih baik kamu gak ikut campur,” katanya. Kalimat itu pendek. Datar. Tapi terasa seperti palang besi yang diturunkan tepat di depan kakiku. Aku melangkah mendekat satu langkah. “Aku pengacara resmi Selira,” ucapku rendah, berusaha menjaga suaraku tetap terkendali. “Apa pun yang terjadi padanya, baik secara hukum, medis, atau apa pun... harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN