Pertarungan Batin

1110 Kata

POV Raka Aku tahu risikonya sejak awal. Membela Selira bukan sekadar soal menang atau kalah di ruang sidang. Ini tentang apa yang harus kukorbankan. Nama baik, karier yang selama ini kubangun dengan hati-hati. Juga kepercayaan orang-orang yang menganggapku pengacara “idealis”. Dan mungkin… keluargaku sendiri. Malam itu aku berdiri di depan jendela kantor, menatap kota yang mulai tenggelam dalam cahaya. Lampu-lampu menyala satu per satu, seperti mata yang mengawasi dari kejauhan. Di pantulan kaca, aku melihat bayanganku sendiri, lelaki yang tampak lebih tua dari usianya. Sejak aku kembali aktif membela Selira, hidupku berjalan di atas kawat tipis. Satu langkah salah, aku jatuh. Dan yang membuatku gelisah. Bukan hanya lawan yang menunggu kejatuhanku, tapi juga orang-orang dari lingk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN