Xander dan Sena masih duduk bersandar di sandaran ranjang mereka sambil saling memeluk dengan mesra. Sena pun masih memakai jubah mandinya. Setelah melalui secuil momen romantis tadi, alih-alih mengantuk, mereka malah begitu antusias sampai tidak bisa tidur. Sena pun bersandar pada d**a pria itu dan Xander mendekap Sena dengan posesif. "Apa kita sudah resmi berpacaran sekarang, Sena?" tanya Xander sambil memegangi satu tangan Sena dan tidak berhenti menciumnya. "Hmm, aku tidak yakin bisa menyebut kata itu bersamamu," jawab Sena jujur. Bahkan, sampai mereka sudah berciuman dan berpelukan di ranjang dengan begitu mesra, perasaan Sena pun masih belum jelas. Sebagian hati Sena hanya mengikuti nalurinya yang entah sejak kapan juga memiliki rasa untuk Xander. Tapi sebagian hatinya lagi masi

