"Apa Giana sudah bangun, Bik?" tanya Andrew pagi itu begitu ia bangun. "Eh, itu ... belum, Andrew." "Kalau begitu aku akan membangunkannya." Andrew begitu antusias turun dari ranjangnya dan segera melangkah keluar kamar karena ia sudah bersabar tidak melihat Giana sejak sebelum tidur kemarin malam. Namun, Bik Arta malah begitu panik karena memang ia belum memberitahu Andrew kalau Sena tidak pulang semalam. "Hmm, Andrew, itu ... dia tidak ada di kamarnya." "Eh, dia ada di mana, Bik?" "Hmm, itu ... tunggu di kamarmu saja ya, Bibik sudah terlambat menyiapkan sarapan. Tunggu dulu!" Bik Arta pun mencoba melarikan diri dari pertanyaan Andrew, sedangkan Andrew yang akhirnya duduk lagi di ranjangnya hanya menatap pintu kamarnya sambil mengernyit bingung. Bik Arta sendiri langsung bernapas

