Prioritas yang Mendadak Berubah

1184 Kata

"Jangan, Xander! Jangan!" Air mata Sena terus bercucuran saat Xander akhirnya berhasil melepaskan kemeja dan pakaian dalamnya hingga tubuh bagian atas Sena langsung polos dan terpampang di hadapan Xander. Sena pun sontak menyilangkan kedua tangan di depan dadanya dan ia begitu ketakutan kalau Xander akan menyerangnya. Namun alih-alih menyerang, Xander malah sama sekali tidak bernafsu melihat tubuh polos Sena dalam keadaan seperti ini. Dengan gerakan yang tetap fokus dan cepat, Xander menutup tubuh Sena dengan handuk dan mengelapnya sebelum Xander memakaikan sebuah kaos besar untuk Sena tanpa pakaian dalam di dalamnya. "Kau tidak akan kedinginan lagi kalau bajunya kering, Sena. Keringkan rambutmu juga!" titah Xander yang terus menggosok rambut Sena. Untuk sesaat, Sena pun mematung di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN