Jangan Tinggalkan Aku

1587 Kata

"Bagaimana, Bik? Kapan Kak Xander dan Giana pulang? Aku sangat mencemaskan Giana." Ekspresi wajah Andrew terlihat begitu cemas saat Bik Arta sudah menutup teleponnya dengan Xander dan Bik Arta pun hanya bisa menatap Andrew dengan jantung yang berdebar kencang. Tentu saja Bik Arta tidak bisa menyalahkan Xander yang tidak mau membawa Sena pulang karena Bik Arta tahu kalau Xander begitu menyesal mempertemukan Sena dengan Andrew yang akhirnya membuat Andrew malah makin halu. Bik Arta pun bisa memahami perasaan Xander, tapi bagaimanapun semua sudah terjadi dan menenangkan Andrew yang sedang dalam kondisi seperti ini sama sekali bukan hal yang mudah. Dengan gugup, Bik Arta pun mencoba untuk tersenyum dan menenangkan Andrew. "Hmm, Andrew. Hujan masih begitu deras, mereka masih belum bisa pul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN