Cahaya matahari masuk melalui celah jendela dan membuat Sena pun menyadari kalau hari sudah pagi. Tapi tubuh Sena yang masih terasa pegal membuat Sena benar-benar malas bergerak. Sena pun masih terus memeluk gulingnya yang pagi ini terasa begitu nyaman dan hangat. Bahkan, Sena menyurukkan wajahnya ke ceruk leher Xander yang sama sekali belum Sena sadari, sampai tidak lama kemudian, Sena merasakan gulingnya ini lebih keras dibanding biasanya. Perlahan Sena pun membuka matanya dan alangkah kagetnya ia melihat kalau ia tidak sendiri di ranjang itu. "Arrgghh!" pekik Sena kaget, apalagi saat melihat sosok Xander yang sedang tidur di sampingnya dan yang tadi ia peluk. "Apa yang kau lakukan di ranjangku, Xander?" seru Sena yang langsung saja memukul Xander dengan bantalnya. Buk! Sontak saja

