"Apa yang sudah kau lakukan padanya, Xander?" Seorang wanita muda yang cantik dan tegas nampak masuk ke rumah Xander sambil mengomeli Xander. "Aku tidak melakukan apa pun padanya, Paula. Dia demam," sahut Xander pada teman baiknya sekaligus dokter yang selama ini selalu merawat Andrew. "Aku baru menyuntiknya kemarin malam dan seharusnya pagi ini dia sudah tenang tapi dia malah sakit. Sudah kubilang jangan membebani pikirannya. Kau tidak tahu bagaimana hebohnya dia mengamuk semalam dan terus memanggil nama wanita itu?" "Ck, Paula! Jangan sebut wanita itu lagi di depannya! Cukup periksa dia saja!" seru Xander yang sudah geram dan putus asa. Paula pun hanya mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya ia masuk ke kamar Andrew dan bertemu dengan Bik Arta di sana. "Dokter Paula, syukurlah

