Xander melangkah ke kamarnya malam itu setibanya ia di rumah. Kondisi rumah sudah terlihat sepi karena biasanya jam segini Sena sudah masuk ke kamar Andrew untuk menemani pria itu. Xander pun memutuskan untuk langsung ke kamarnya sendiri. Namun, baru saja Xander membuka pintu kamarnya, ia langsung melihat seorang wanita di sana, berdiri di samping ranjangnya dan memegang sesuatu miliknya. Xander pun memicingkan mata sambil menutup pintu kamarnya. "Apa yang kau lakukan di kamarku, Sena?" Suara Xander bersamaan dengan suara pintu ditutup sontak membuat Sena menoleh dengan kaget. Jantungnya berdebar makin tidak karuan dan refleks, Sena menurunkan tangannya, menyembunyikan sesuatu yang ia lihat barusan ke belakang punggungnya. "X-Xander?" panggil Sena terbata. Xander masih memicingkan

