Sena langsung menganga mendengar ucapan absurd Xander. "Apa? Kau apa?" Namun, sebelum ia benar-benar sadar apa maksud Xander, pria itu sudah menarik tangan Sena masuk ke kamarnya dan mendudukkan Sena di ranjangnya. Tentu saja Sena menolaknya namun dengan cepat, Xander langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Sena sampai Sena tidak bisa bergerak. "Xander, apa-apaan ini? Minggir! Kepalamu berat sekali," seru Sena yang masih berusaha bangkit berdiri dari sana. "Sebentar saja, Sena. Aku sudah mau tidur." "Tidur saja di ranjangmu, jangan seperti ini!" Sena masih berusaha mendorong Xander menyingkir dari pangkuannya, namun Xander tidak bisa didorong. "Berhenti mendorongku, Sena!" "Karena itu berhenti bersikap semena-mena padaku." "Aku hanya mau tidur, Sena. Temani aku tidur!" "Dasar s

