"Apa? Mengurusmu? Kau ... apanya yang mau diurus, Xander? Jangan gila! Pekerjaan macam apa itu? Aku bukan baby sitter dan kau bukan bayi," protes Sena begitu mendengar pekerjaan tidak masuk akal dari Xander. Namun, Xander nampak tetap santai menanggapinya. "Bukan hanya bayi yang harus diurus, Sena. Aku juga butuh diurus. Tugasmu adalah mengurus semua jadwalku, menemani ke mana pun aku pergi, menghiburku kalau aku sedang kesal, termasuk memastikan agar sakit maagku tidak kambuh lagi." Sena pun menganga mendengarnya. "Itu ... itu sama sekali tidak terdengar seperti tugas seorang asisten, Xander." "Well, kau bisa menyebutnya dengan kata lain, tapi aku lebih suka menyebutnya asisten pribadi dan mulai hari ini, itulah tugasmu, Sena." "Aku tidak mau! Aku tidak mau melakukan hal semacam itu.

