"b******k, Henry! b******k!" Xander terus mengumpat sambil meneguk minumannya malam itu. Xander meminta Henry mengantarnya ke club karena Xander memerlukan alkohol untuk melampiaskan amarah di hatinya dan Henry pun dengan setia menemani bosnya itu. "Aku tidak menyangka dia akan mendadak pulang seperti ini! Pantas saja akhir-akhir ini dia begitu sering meneleponku! Sial!" seru Xander sambil kembali meneguk minumannya. Xander pun mengisi gelasnya lagi sambil tidak berhenti mengumpat, sedangkan Henry hanya tetap duduk dengan sabar di samping Xander. "Apa yang harus aku lakukan padanya, Henry? Kau yang paling tahu semuanya." Xander melirik Henry, asisten kepercayaannya yang terkadang menjadi penasihatnya di saat yang tepat. Henry tidak pernah banyak bicara dan selalu melakukan perintah X

