Xander dan Sena yang baru saja akan berciuman sontak melonjak kaget saat pintu kamar Sena mendadak dibuka. Refleks keduanya langsung menjauhkan diri masing-masing, namun Andrew sudah berdiri mematung di sana. "Andrew!" lirih Sena dengan tatapan nanar. Andrew pun masih terdiam sejenak seolah menatap bingung pada Xander dan Sena sebelum ia pun mulai berbicara. "Giana, apa kau sudah selesai berganti baju?" tanya Andrew sebelum ia mengalihkan tatapannya pada Xander. "Kak, mana Giana-mu? Mengapa kau mengambil Giana-ku?" Xander yang masih syok pun hanya bisa mengerjapkan matanya. Untuk sesaat, Xander masih tetap terdiam dengan tangan yang sudah mengepal mendengar pertanyaan Andrew. Sungguh, Xander membenci keadaan ini, keadaan di mana ia tidak berdaya dan harus bersembunyi seperti ini. Xa

