Semua orang masih terdiam sejenak mendengar ucapan Andrew dan Xander pun masih memeluk boneka Giana. Sena pun terus menatap Xander sampai tatapan mereka akhirnya bertemu dengan sama-sama goyah, namun tidak ada yang bicara lagi di antara mereka. Andrew sendiri langsung tersenyum setelah mengatakannya dan menoleh ke arah Sena. "Ayo, Sayang, kita kembali ke kamar!" ajak Andrew yang langsung menarik Sena melangkah ke kamarnya sendiri. Dengan terpaksa, Sena pun mengikuti langkah Andrew, namun ia menoleh menatap Xander dengan tatapan yang berkaca-kaca. Xander hanya bisa pasrah sambil mengepalkaa tangannya saat Sena lagi-lagi diambil darinya dan Xander pun tidak berhenti mengumpat pelan. "Sial! Mengapa rasanya seperti ini? Andrew itu sakit, Xander. Dia sakit," erang Xander menghibur diriny

