"Untung tidak ada infeksi serius. Lukanya sudah diobati dan akan sembuh dalam beberapa hari." Akhirnya Xander berhasil memaksa Sena ke rumah sakit dan seorang dokter di UGD pun langsung merawat luka Sena dengan baik. "Syukurlah! Terima kasih, Dokter!" sahut Sena bernapas lega. Namun, Xander nampak belum puas dan menatap dokter itu lekat-lekat. "Kau yakin, Dokter? Dia terkena besi berkarat, aku tidak mau tiba-tiba dia kolaps karena tetanus nanti." Dokter itu hanya tersenyum menatap Xander. "Tidak, Pak. Lukanya sudah dibersihkan dan semuanya aman. Hanya saja karena lukanya cukup dalam, butuh waktu juga untuk sembuh." Xander hanya terdiam mendengarnya, namun Sena memutar bola matanya kesal mendengar Xander yang selalu berharap buruk untuknya. Sepulangnya dari rumah sakit, lagi-lagi Xan

