"Auw!!" Sena memekik kaget saat tangannya tergores penjepit besi yang ada di dalam odner. Awalnya Sena hanya ingin merapikan map odner yang terbuka menganga karena penjepitnya hampir lepas. Sena pun berusaha menekan penjepit besinya agar map odner itu bisa tertutup lagi. Namun, alih-alih kembali ke bentuk semula, penjepit besi itu malah terpental sampai menggores telapak tangan Sena. Lukanya pun cukup panjang, dalam, dan mengeluarkan darah sampai Sena meringis. Rendy yang mendengar pekikan Sena pun langsung berlari ke koridor tempat Sena berada dan melihat lukanya. "Ah ... ah ...," rintih Sena sambil berusaha menarik tangannya yang sedang dilihat oleh Rendy. "Apa tidak sakit, Sena? Aku akan pelan-pelan." "Aku tidak apa, Rendy." "Sebentar saja, Sena. Ini dalam sekali, aku akan pelan

