"Makanlah, Andrew!" Sena begitu telaten melayani Andrew makan pagi itu dan Xander pun tidak berhenti menatap wanita itu. Sejak tadi malam Sena melayani Xander waktu Xander sakit maag, entah mengapa mendadak ada rasa manja dalam diri Xander yang ingin dilayani juga. "Ambilkan aku juga!" titah Xander sambil menatap Sena. Sena yang mendengarnya pun terdiam sejenak sebelum ia menoleh ke sampingnya dan tidak ada Bik Arta maupun pelayan lain di sana. "Siapa yang kau suruh?" "Apa ada orang lain selain kau?" "Untuk apa aku mengambilkanmu juga?" "Karena aku mau. Aku lapar, tapi perutku masih sedikit sakit." Xander memasang ekspresi meringis sambil memegangi perutnya padahal sejak bangun tidur pagi tadi, sakit perutnya sudah hilang sama sekali. Sena pun mengerjapkan mata melihat ekspresi Xa

