Sebuah Pertanyaan

1243 Kata

Kenapa aku tidak bisa seperti teman-temanku? Pertanyaan itu mulai muncul sejak Bunda meninggal. Dan sampai sekarang, aku belum menemukan jawabannya. Aku masih punya Ayah—ayah kandung yang sehat dan hidup berkecukupan. Tapi, sikapnya berubah sejak dia membawa pulang selingkuhannya, yang kini menjadi istri mudanya, bersama anak mereka, Dira. Aku berusaha sekuat tenaga agar tetap dianggap. Aku belajar mati-matian demi mendapat peringkat pertama, berjuang meraih beasiswa agar tidak perlu meminta uang darinya, dan rutin ikut lomba demi bisa menabung sendiri. Tapi semua itu tidak pernah cukup untuk membuat Ayah memperdulikanku. Pernah, aku menangis dan memohon agar Ayah sedikit saja peduli. Aku bahkan berjanji akan menjadi anak seperti yang dia inginkan—asal dia mau memberiku perhatian. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN