Kado Menyebalkan

1053 Kata

Begitu pintu kamar tertutup, aku langsung menghempaskan tubuh ke atas ranjang. Dress yang kupakai sudah agak kusut gara-gara sepanjang acara keluarga, aku terus diseret ke sana kemari oleh Mas Mahen. Dia sendiri justru terlihat segar bugar, seolah hari ini sama sekali tidak melelahkan. “Sayang,” panggilnya, “kita buka kado-kado dulu, yuk.” Aku mendengkus pelan. “Kamar ini mendadak berubah jadi showroom barang-barang branded.” Dia hanya tertawa, lalu mulai membuka kotak pertama. Gvcci. Tas limited edition warna pastel yang harganya pasti bikin dompet orang biasa pingsan. Kotak kedua—Rolex emas putih. Kotak ketiga—set perhiasan Tiffany & Co. Aku melongo. “Ini hadiah nikahan atau lelang barang mewah?” gumamku. Mas Mahen terkekeh pelan. “Mereka tahu selera pengantin baru, Sayang.” “Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN