Mengantongi Restu

1144 Kata

Bu Renata dan Pak Aditya baru saja tiba di Bali setelah mendapat kabar bahwa putra semata wayang mereka akan menikah denganku dalam waktu dekat. Gila? Tentu saja ini benar-benar gila. Sampai detik ini aku masih belum bisa mencerna semuanya. Masalah antara Mahendra dan Bima belum sepenuhnya selesai. Rencana pernikahan yang semula dijadwalkan dua bulan lagi, tiba-tiba diundur—lalu entah bagaimana kami malah kabur ke Bali, dan sekarang akan menikah secara mendadak. “Nak, bukannya Papa tidak sayang denganmu dan lebih sayang pada Bima. Tradisi keluarga tentang pernikahan sudah dilakukan secara turun temurun. Dan, bukan Opa yang membuatnya,” kata Pak Aditya sambil menatap putranya. “Jadi, kalau Kak Bima belum menemukan jodoh— aku tetap tidak bisa menikah dengan Ayla, Pa?” tanya Mahendra. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN