"Lang, belum tidur?" tanyaku saat melihatnya duduk di meja bar, laptop terbuka di depannya, dan secangkir kopi yang masih mengepul di sampingnya. Galang menoleh ke arahku. "Kamu sendiri?" "Aku haus," jawabku sambil berjalan menuju lemari es. "Kan di kamarmu sudah ada minuman sama camilan," katanya, alisnya sedikit terangkat. Aku menghela nafas pelan, lalu mengambil sebotol air mineral dingin dan berjalan ke meja makan yang menyatu dengan area dapur bersih. "Mas Mahen udah tidur dari tadi, sementara aku belum bisa," gumamku sambil duduk. Aku terdiam sejenak, membiarkan keheningan mengisi ruangan. Galang tampak sibuk, jemarinya bergerak cepat di atas keyboard, seolah ingin segera menyelesaikan sisa pekerjaannya. Sementara itu, pikiranku melayang ke arah Mahendra dan Bima. Apa sebenarn

