Ekstra Part Bima-Nina

1638 Kata

Pesawat yang membawa Nina dan Bima akhirnya mendarat di Jakarta. Suasana bandara masih padat, dipenuhi penumpang yang lalu-lalang, dan suara pengumuman yang terus terdengar. Nina menggenggam tangan Bima erat sambil berjalan di sisinya. Ada rasa gugup yang tak bisa disembunyikan saat memikirkan pertemuan dengan keluarga besar Wirasatya, terutama dengan Pak Angga. Di pintu kedatangan, Dirga sudah menunggu. Begitu melihat kakaknya, dia segera melambaikan tangan sambil menyunggiungkan senyum jahil. “Akhirnya datang juga pasangan fenomenal Wirasatya.” Bima hanya melirik malas, sementara Nina tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa malu. “Halo, Pak Dirga, maaf ya, sudah merepotkan kamu buat jemput," ujar Nina— panggilan ‘Pak’ itu karena sang suami cemburu ketika dia memanggil ‘Mas’ pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN