“Aarrghhh!” Teriak Kendrick seraya melempar barang-barang yang ada di atas mejanya. Untung saja ini sudah jam pulang kantor dan tidak ada karyawan yang lembur di lantai itu. “Wallace sialan! Beraninya dia melakukan itu pada wanitaku!” Desis Kendrick. Ia menumpukkan kedua tangannya di atas meja dengan wajah yang penuh amarah. Dadanya naik turun karena menahan amarah itu, nafasnya tak beraturan. Hanya dia yang pantas bersama Alessia. Hanya dia yang bisa menyuruh Alessia berlaku sesuai kehendaknya. Hanya dia yang berhak melakukan itu pada Alessia. Hanya dia! Hanya dia! Kendrick memejamkan matanya. Mengatur nafas dan menenangkan diri. Kemudian dengan perlahan ia membuka mata dengan seringai yang tercetak di wajahnya kemudian berubah menjadi datar. Entah apa yang ada di benaknya saat in

