Chapter 11

1123 Kata
‘Aku sangat merindukanmu hari sampai rasanya ingin mati Aku harap kamu juga merindukanku saat ini Aku sangat mencintaimu, Ale Tunggu aku Aku akan menepati janjiku padamu   Love, K.’ Alessia semakin mengerutkan keningnya membaca isi surat tersebut. Seumur hidup, ini kedua kalinya ia menerima surat seperti ini dari orang yang sama. Dan kedua surat tersebut benar-benar membuatnya jijik. Walau wajahnya tetap datar setelah membaca surat itu, tapi percayalah bahwa itu yang dirasakan Alessia saat ini. Ia meletakkan kertas tersebut di atas meja begitu saja dan tak berniat menyentuhnya lagi. Alessia kemudian meminum minumannya dan melihat jam di dinding cafe. Ia memutuskan segera kembali ke perusahaan setelah melihat waktu setengah jamnya telah berakhir. Alessia kembali tanpa membawa surat tersebut, bahkan ia tak meliriknya lagi. Setelah kepergian Alessia dari cafe itu, seorang pria menghampiri meja Alessia dan mengambil surat tersebut lalu tersenyum dengan senyum misteriusnya. Tak lama ia pun pergi dengan membawa surat tersebut. ------- “Bagaimana perasaanmu?” Tanya Harry pada Shailine yang baru saja bangun dari tidurnya setelah menangis tersedu-sedu. “Lebih baik” Jawab Shailine pelan. “Kalau begitu sekarang pulanglah dan putuskan hubunganmu dengan menajermu yang sekarang. Aku akan mencarikan manajer yang baru untukmu” Pintah Harry. Sejujurnya Shailine sudah menduga hal itu akan diucapkan oleh Harry. Jadi ia sudah menyiapkan mentalnya terlepas dari apapun yang akan Harry lakukan selanjutnya. “Tapi aku tak bisa memecatnya begitu saja. Harus butuh persetujuan agensi untuk itu” Ucap Shailine. “Dan aku agensi itu” Ucap Harry. Jujur saja, Shailine masih tidak rela untuk memutuskan hubungannya dengan Zee. Namun, semuanya telah terjadi. Ia tak mau mempersulit keadaan dengan keegoisannya. Mungkin inilah yang terbaik yang harus ia lakukan. Ia akan menyetujui apapun yang Harry katakan, sebagai seorang kakak. “Pulang dan istirahatlah. Supirmu sudah menunggu di bawah” Pintah Harry sembari membaca dokumen yang berada di atas mejanya. “Baiklah” Shailine lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan Harry dengan lesu. Sementara Harry menghela nafas panjang. Setelah itu ia memencet tombol telepon di ruangannya yang dapat langsung terhubung dengan telepon Laura, sekretarisnya. “Hubungi bagian entertainment dan minta mereka untuk mengganti manajer Shailine sekarang juga. Dan ingat, menajernya harus seorang pria” Pintah Harry. “Baik, Sir” Ucap Laura. Harry menutup teleponnya lalu kembali fokus pada berkas-berkas yang telah menumpuk di atas mejanya. Tak lama kemudian, Laura mengetuk pintu ruangan Harry dan masuk setelah di persilakan. “Sir, perwakilan Event Organizer untuk acara akhir pekan ini telah datang” Ucap Laura. “Antar dia ke ruang rapat. Aku akan ke sana dalam lima menit” Pintah Harry. “Baik, Sir” Ucap Laura kemudian keluar dan melakukan apa yang Harry perintahkan. Setelah Laura keluar, Harry membaca sedikit dokumen yang ia pegang lalu membubuhkan tanda tangannya di sana. Setelah itu ia kembali memakai jasnya dan pergi ke ruang rapat dengan Laura yang mengikuti langkahnya di belakang. “Selamat siang, Mr. Wallace” Ucap Claire, perwakilan EO tersebut sembari tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Harry. “Siang” Ujar Harry sembari membalas uluran tangan Claire. “Silakan duduk” Pintah Harry setelah ia duduk di kursinya disusul Claire yang duduk di samping kirinya. Tak butuh waktu lama untuk berbincang di awal, Claire langsung mempresentasikan hal-hal yang telah ia susun untuk acara akhir pekan di perusahaan Harry. Mulai dari persiapan hingga berakhirnya acara. Kini presentasi Claire berjalan dengan lancar, ia hanya perlu menunggu tanggapan dari Harry. “Saya rasa itu cukup” Ucap Harry. “Tapi Mr. Wallace, ada sedikit hambatan di sini” Ucap Claire. Harry menaikkan sebelah alisnya sebagai isyarat tanyanya. “Kami kekurangan pelayan untuk acara tersebut karena ada beberapa tempat yang juga memakai jasa kami. Kami telah mendatangi beberapa tempat, namun hasilnya nihil. Semua pelayan dari tempat yang kami datangi juga telah memiliki jadwal” Jelas Claire. “Tak perlu khawatirkan hal itu. Cleaning service kami akan ikut berpartisipasi” “Cleaning service?” “Ya” “Tapi Mr. Wallace, saya pikir hal itu sedikit...” “Saya tidak meminta pendapat Anda mengenai hal itu” “Baiklah, Mr. Wallace. Saya percaya pada Anda” “Seharusnya saya yang mengatakan hal itu. Semoga Anda tidak akan mengecewakan saya” “Tenang saja, Mr. Wallace. Kami tidak akan mengecewakan Anda” Ucap Claire. “Baguslah” Ujar Harry. Claire memutuskan untuk undur diri dan kembali ke kantornya. Sementara Harry kembali ke ruangannya. Namun sebelum ia benar-benar masuk, ia berhenti tepat di depan meja Laura dan berbalik ke arah Laura yang tepat berada di belakangnya. “Apa kamu sudah menghubungi agensi Shailine?” Tanya Harry. “Sudah, Sir. Mereka mengatakan akan segera mengganti manajer Shailine secepatnya setelah mereka mendapatkan penggantinya” Jawab Laura. “Aku mau mereka menggantinya hari ini juga. Paling lambat pukul tiga lalu kirimkan profil orang itu padaku“ Pintah Harry. “Baik, Sir” Ucap Laura. Setelahnya Harry benar-benar masuk ke dalam ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. ------- “Hai Ale!” Sapa Luna seperti biasa ketika melihat Alessia tengah membersihkan lobi. “Akhirnya, hari yang kutunggu-tunggu tiba juga. Acaranya akan diadakan malam ini. Walaupun aku harus terpaksa menolak ajakan temanku untuk party di club, tapi kurasa itu sebanding dengan apa yang akan kudapatkan” Ucap Luna. Alessia hanya menatapnya sebentar dengan menaikkan sebelah alisnya tak mengerti maksud Luna kemudian melanjutkan pekerjaannya. Walaupun Alessia menatap Luna tanpa bicara, tapi ia tahu apa yang disampaikan Alessia padanya melalui tatapan itu. Ia telah mempelajari segala bentuk isyarat dari Alessia. “Tentu saja malam ini aku akan melihat wajah Mr. Wallace lebih lama. Walaupun aku melihatnya setiap hari, tapi aku hanya bisa melihatnya saat dia datang dan pulang. Kamu tahu? Acara tahunan inilah yang dinantikan setiap karyawan wanita di sini karena mereka memiliki tujuan yang sama denganku. Oh, aku sudah tak sabar untuk acara nanti malam” Ucap Luna. Sementara Alessia hanya mendengarkan ocehan Luna saja. Ia sama sekali tak mempedulikan hal itu. Yang ia pedulikan hanyalah ia akan mendapatkan uang lembur dari acara tersebut. ------- Malam ini gedung perusahaan Wallace Corporation, lebih tepatnya di puncak gedung, telah ramai oleh karyawan serta para petinggi yang menjabat. Hanya satu yang kurang, yaitu Harry Wallace. Sang CEO sekaligus pemilik perusahaan tersebut. Para cleaning service pun juga telah merangkak sebagai pelayan, termasuk Alessia. Malam ini ia tampil dengan pakaian khusus pelayan dengan rambut yang ia kuncir kebelakang serta wajah tanpa polesan make-up sedikit pun. Ia berjalan mondar-mandir sembari membawa nampan kosong, mencari gelas kosong untuk ia bawa ke dapur. Ini bukan pertama kalinya ia menjadi pelayan karena sebelumnya ia juga pernah bekerja paruh waktu sebagai pelayan di cafe dan restoran. Pintu masuk tiba-tiba terbuka dan seorang pria melangkah masuk dengan percaya diri. Harry Wallace. Semua tatapan otomatis tertuju padanya, terkecuali Alessia yang sibuk dengan tugasnya bahkan ia sama sekali tak perduli dengan suasana yang tiba-tiba menjadi hening, semua pergerakan orang-orang seakan berhenti dan hanya menatap ke arah satu orang. Harry Wallace. Memang, pesona seorang Harry Wallace tak pernah terkalahkan. Terlebih malam ini, ia tampil dengan balutan setelan berwarna abu-abu, kemeja putih, dasi biru bergaris, serta pantofel coklatnya. Wajah? Jangan diragukan lagi. Siapapun yang melihatnya akan jatuh dalam pesonanya. Bahkan karyawan pria pun terpesona akan penampilannya malam ini. Suara pembawa acara di atas panggung memecah keheningan yang berlangsung, mengalihkan perhatian dari sang CEO yang baru saja duduk di kursinya. Pembawa acara memulai acara dengan sambutan kepada Harry selaku CEO perusahaan untuk membawakan pidato. Harry lantas naik ke atas panggung dan memulai pidatonya. Namun ucapannya tiba-tiba terhenti ketika melihat sesuatu yang aneh tepat di hadapannya.    ------- Harry liat apa hayo? >_< Love you guys~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN