Chapter 14

946 Kata
Two Years Later. “Apa jadwal saya selanjutnya?” Tanya seorang wanita dengan setelan kerja formalnya pada sang sekretaris sembari berjalan menuju ruangannya setelah mengadakan rapat mengenai proyek baru mereka. “Anda tidak memiliki jadwal lagi, Miss Wilson” Jawab Sandra, sang sekretaris. Dan ya, wanita yang dipanggil Miss Wilson itu adalah Alessia Wilson. Setelah dua yang tahun lalu ia berhenti dari cleaning service, kini ia telah berhasil melanjutkan perusahaan sang ayah bahkan telah merambah ke bidang properti, perhotelan, dan real estate. Dia bahkan telah berhasil membuka cabang di beberapa negara lain. Ia juga memiliki sebuah restoran yang lumayan besar hingga diminati oleh masyarakat di pusat kota. Walau jalan yang ia tempuh sejauh ini sangatlah sulit. Ia harus bekerja keras meyakinkan para petinggi perusahaan bahwa ia mampu melanjutkan perusahaan itu dan menjadikannya lebih baik. Meski pada surat wasiat sang ayah tertulis bahwa perusahaan itu diwariskan padanya, tapi tetap saja mereka dapat menurunkannya jika mereka menganggap bahwa dirinya tidak layak berada di posisi itu. Apalagi saat melihat pendidikannya yang hanya sampai menengah pertama. Selain meyakinkan para petinggi perusahaan, ia juga harus mencari investor untuk semakin meningkatkan kualitas perusahaan. Dan kini ia telah membuktikan dirinya dengan kesuksesan yang telah ia raih hingga hari ini. Namanya bahkan masuk dalam dua puluh besar pengusaha tersukses dan terkaya di Amerika Serikat. Alessia merasa bahwa impiannya perlahan telah tercapai berkat mendiang sang ayah. Ia menjalankan perusahaan warisan sang ayah dengan gedung yang memiliki tiga puluh lima lantai. Ia juga telah menghasilkan banyak uang. Hanya saja yang kurang adalah kedua orang tuanya. Alessia berjalan memasuki ruangannya dengan langkah tegas dan pasti. Walau derajatnya kini telah naik, namun sifatnya tetaplah Alessia yang dulu. Dingin. Alessia duduk di kursi kebesarannya, memeriksa beberapa dokumen yang berada di atas mejanya. Setelah itu ia mengecek kotak masuk yang masuk di e-mail-nya melalui komputer. Setelah dirasa tak ada lagi yang harus ia kerjakan, ia lantas membereskan barang-barangnya. Mengambil tas tangannya dan berjalan keluar. “Anda sudah mau pulang, Miss?” Tanya Sandra sembari berdiri ketika melihat Alessia keluar dari ruangannya. “Ya” Jawab Alessia. “Hubungi saya jika ada sesuatu yang penting” Lanjutnya. “Baik, Miss” Ujar Sandra kemudian membungkuk ketika Alessia berjalan melewatinya sebagai tanda hormat. Alessia memarkirkan mobilnya di pekarangan rumahnya, rumah mewah yang diwasiatkan oleh mendiang sang Ayah. Ya, sekarang ia menempati rumah itu. Sedangkan rumah lamanya, ia menyuruh orang untuk merawatnya tiap akhir pekan. Dan juga, semenjak Alessia pindah, ia tak lagi menerima bunga dari orang berinisial ‘H’. Namun tidak dengan orang yang berinisal ‘K’. Orang itu selalu mengirim bunga dengan surat di perusahaan dan rumahnya. Ia bingung, siapa dan apa alasan orang itu mengirimkannya bunga-bunga itu? Bukan karena ia penasaran mengenai orang itu, melainkan ingin mengatakan padanya untuk berhenti memberinya bunga dan surat yang sampai kapanpun tidak akan pernah ia baca sejak ia membaca dua surat pertama yang ia terima. Ya, setiap ia menerima bunga beserta surat itu, ia tak pernah membacanya. Ia bahkan menyuruh pelayan untuk langsung membuangnya jika bunga itu dari pengirim yang sama. Dua tahun berlalu dan ia masih tetap sama. Tak ada yang berubah darinya sejak kejadian itu. ------- Tok... Tok... Tok... “Masuk!” Setelah mendengar perintah tersebut, Laura masuk ke dalam ruangan Harry. “Ada apa?” Tanya Harry. “Ada masalah dengan proyek baru yang akan kita kembangkan, Sir. Salah satu investor dalam proyek tersebut telah membatalkan investasinya dan memilih berinvestasi pada proyek perusahaan lain” Jelas Laura. “Lalu? Bukankah masih ada investor yang lain?” “Benar, Sir. Tapi, investor yang membatalkan investasinya merupakan investor dengan investasi terbesar, Sir” “Mr. Alejandro?!” “Kabarnya CEO perusahaan lain bertemu dengan Mr. Alejandro beberapa hari yang lalu karena perusahaan tersebut juga akan mengembangkan proyek baru mereka dalam waktu dekat. Dan Mr. Alejandro merasa tertarik untuk berinvestasi di sana” “Siapa?” “Miss Alessia Wilson dari AWN Enterprise, Sir. Miss Wilson adalah salah seorang pengusaha yang namanya tercantum dalam dua puluh besar pengusaha tersukses dan terkaya di Amerika hanya dalam dua tahun sejak ia menduduki posisi tertinggi di perusahaan tersebut” “Alessia Wilson?” “Benar, Sir” “Baiklah, kau boleh pergi” “Baik, Sir” Laura lantas keluar dan meninggalkan Harry yang terdiam dalam lamunannya. Mendengar nama Alessia disebut, entah mengapa membuat jantung Harry berdetak kencang. Selama dua tahun ia tak pernah mendengar nama itu dan melihat wajah sang pemilik nama. Alessia seakan hilang bak ditelan bumi. Selama dua tahun pula ia merasa bahwa perasaannya terhadap Alessia salah, salah besar. Ia pikir itu hanya rasa penasaran saja, tidak lebih. Selama dua tahun ia menjalani kehidupan sehari-harinya dengan normal, seakan nama Alessia tak pernah muncul di hidupnya. Ia telah melupakan wanita yang pernah ia temui di perusahaannya sebagai cleaning service. Namun, mendengar nama itu kembali entah mengapa membuat dugaannya selama ini yang salah. Ia tidak benar-benar melupakan wanita itu. Tapi CEO AWN Enterprise? Ia tahu bahwa CEO perusahaan itu adalah seorang wanita, tapi ia tak tahu bahwa nama wanita itu adalah Alessia Wilson. Apakah dia adalah Alessia Wilson yang dulu bekerja padanya? Atau Alessia Wilson yang lain? Tak ingin menduga-duga terlalu lama, Harry dengan cepat mengetik nama Alessia Wilson di komputernya. Tak lama, wajah Alessia terpampang dengan jelas di layar komputernya. Tak banyak. Jantung Harry semakin berdetak dengan kencang melihat foto tersebut. Wajah yang telah lama ia lihat. Bagaimana mungkin? Harry lalu membaca judul sebuah artikel yang memuat tentang Alessia. ‘AWN Enterprise : Alessia Wilson, Pengusaha Wanita Termuda Yang Termasuk Dalam Dua Puluh Besar Pengusaha Tersukses Dan Terkaya Di Amerika Serikat’ Dan seperti yang dikatakan oleh Laura tadi, Alessia memang masuk dalam dua puluh besar pengusaha terkaya di Amerika Serikat. Dalam artikel tersebut juga menyebutkan bahwa nama Alessia cukup disegani dalam dunia perbisnisan karena prestasi yang dapat ia raih hanya dalam waktu dua tahun. Membaca artikel tersebut semakin membuat Harry ingin bertemu dengan Alessia. Namun ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk bertemu dengannya. Akan sangat konyol jika ia langsung datang ke perusahaan Alessia dan mengatakan ingin menemuinya tanpa Alessia. Harry lantas diam termenung di kursi kebesarannya. Dan sebuah ide tiba-tiba muncul dalam benaknya. Ia lalu memanggil Laura dan memberitahunya untuk menyiapkan segalanya.    ------- Mereka bakal ketemu >_< Love you guys~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN