“Tutup mulutmu, sialan!” teriak Ilyas melotot bengis hendak menghajar Susan. Bugh “Arghhh …” Ilyas sampai terjungkal dan merintih kesakitan, setelah dihantam kepala sabuk yang masih dicengkram istrinya. Sofie dan mamanya seketika kicep, tapi puas karena bisa membalas. Setidaknya dengan memperdengarkan apa yang selama ini Ilyas katakan soal istrinya, dia juga kena hajar. Tangan Desti gemetar hebat. Seberapapun keras dia mencoba meredam emosi, tetap meledak mendengar mulut bangsatt suaminya yang sejahat itu menghinanya di depan gundiknya. “Beri dia pelajaran, supaya ingat darimana asalnya sebelum menikah denganku! Kasih dia paham, semenjijikkan apa benalu tidak tahu diri ini!” perintah Desti Baswara ke para anak buahnya. “Nggak, Des! Dia bohong! Aku tidak pernah mengatakan …” Ilyas y

