Bab 17. Rhea Mati Kutu-2

893 Kata

“Ok! Nanti Mama konfirmasi langsung dengan kepala bagian keuangan, soal dana operasionalnya!” angguk Sifa beranjak dari duduknya menuang kopi. Lagi-lagi menggunakan kesempatan tantenya lengah, Genta mengedikkan dagu sambil menunjukkan ponselnya. Rhea masih dengan keras kepalanya diam tanpa menanggapi. Malah melempar ponselnya ke atas meja kerja mamanya. “Tante ….” “Apa? Kalau mau kopi, ambil sendiri!” sahut Sifa tanpa tahu jantung anaknya seperti mau berhenti berdetak. Entah hal gila apa lagi yang akan Genta lakukan. “Aku jauh-jauh ke sini bukan mau minta kopi!” sahut Genta menyilangkan kakinya dan mengetuk-ngetukkan ponselnya di paha. “Terus, kamu mau apa? Kalau disuruh datang selalu ada saja alasanmu mangkir. Kejedot apa kepalamu, tiba-tiba datang ke sini?” cibir Sifa duduk di sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN