Seketika muka memelas Sofie pun sirna. Balik ke setelan awal yang mendelik penuh dendam. Dia bahkan sudah merendahkan harga dirinya dengan berlutut memohon, tapi malah dipermalukan. “Sialan! Aku bahkan sudah rela berlutut, tapi kamu malah sengaja mempermalukanku begini!” desisnya berdiri. “Balik ke wujud aslimu, hm?! Kamu pikir aku sebodoh itu masih bisa kamu tipu?! Berlutut memelas karena ada maunya, tapi karena tidak berhasil balik ke muka bedebahmu! Hari ini terakhir, kan? Aku bahkan sudah tidak sabaran menunggu tukang pukul istri Ilyas datang menghajar dan menyeret kalian bertiga ke penjara! Ingat … deritamu adalah bahagiaku, Bestie! Membusuklah di penjara!” ucap Rhea terkekeh sinis, lalu berlalu dari hadapan Sofie. “Bagaimana kalau aku memberitahu mamamu, seliar apa kelakuan anak p

