Mengenakan masker hitam yang menutupi wajahnya, Genta mengawasi pria setengah mabuk di parkiran sana. Hanya dengan mengedikkan dagu, dua anak buahnya mendekat dan menyeret pria itu ke pojok halaman club yang tak terlihat CCTV. Mengambil arah beda, Genta dan temannya memutar melewati deretan mobil yang terpakir di sana. Hingga kemudian di satu sudut temaram, dia bisa berdiri di hadapan pria bagsatt itu. “Lepas! Siapa kalian?” pria itu meronta terhuyung dari cekalan anak buahnya. Genta melepas masker di wajahnya. Sepasang mata di depannya melotot lebar. Panik blingsatan berusaha lepas, tapi kemudian terhempas oleh hantaman tinjunya. “Arghhhh ….” Lucky mengerang kesakitan. Nyaris luruh jika saja tidak dalam keadaan dicekal. “Sialan! Aku sudah tidak mengusik Rhea lagi. Urusanku dengannya s

