Bab 25. Secuil Kisah Tentang Genta-2

1039 Kata

Rhea tidak menanggapinya, justru melangkah menjauh menghampiri mama dan papanya yang sedang mengobrol dengan rekan mereka. “Ini anaknya yang nomor dua, Pak Aksa? Wah, pasti bakal sehebat mamanya nanti. Masih muda sudah bisa jadi wakil di rumah sakit sebesar ini!” sanjung pria itu manggut-manggut. “Saya juga masih belajar dari mama kok, Om. Baru lulus, masih minim pengalaman.” Rhea merangkul lengan papanya. “Yang satu meneruskan bakat jadi dokter bedah. Satunya mengurus rumah sakit. Enaknya punya anak kembar.” “Mereka kembar, tapi minatnya beda. Kalau Thea itu dari kecil memang mengagumi mamanya. Paling suka lihat mamanya pakai jas dokter. Jadi sejak awal sudah punya targetnya sendiri,” ucap Aksa. Pria paruh baya tampan, dengan pembawaannya yang tenang dan sabarnya minta ampun. Sifatny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN