EXTRA PART. 2 JUNA-DINDA (SEASON 2)

1734 Kata

Dinda tiba di rumah Dina. Dina langsung mendekapnya dengan erat, dan menumpahkan tangisnya di bahu Dinda. "Sudah dong, jangan menangis terus. Pria penghianat seperti Gilang tidak pantas untuk ditangisi." Dinda mengusap rambut Dina lembut. "Lama banget sih baru sampai, Tan?" "Lo harus paham, Tante lo ini, kalau mual-mual itu saat malam, bukannya saat pagi, jadi ya terpaksa aktifitas malam, digeser ke pagi hari, pahamkan lo, apa itu aktifitas malam?" pertanyaan Dinda membuat Dina bisa kembali tertawa. "Om gue, benar-benar sudah terkena virus m***m lo ya, Tan." "Baguskan? Jadi berimbang!" Dina kembali tertawa. Dinda tersenyum melihat Dina yang kembali ceria. "Nah begitu dong, jangan sedih, lupakan saja si Gilang b******k itu, nanti dia pasti akan menyesal, karena sudah menghianati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN