Selesai sholat isya, Dinda berbaring dengan kepala di lengan Juna, sementara tangan Juna yang lain asik mempermainkan ujung d**a Dinda. "Tahu tidak, Bang?" "Kedele!" "Dinda serius!" Dipukul lengan Juna dengan perasaan kesal." "Aku juga serius, Sayang." "Mau dengar cerita Dinda tidak nih?" "Iya mau. Tentang apa?" "Tentang Dina." "Dina kenapa? Balikan sama mantannya, siapa itu namanya?" "Tidak usah disebut nama si penghianat itu. Pria kalau sudah satu kali selingkuh, dimaafkan, suatu saat pasti akan mengulang. Masih pacaran saja selingkuh, gimana nanti kalau sudah menikah, lebih baik lupakan saja." "Ya belum tentu begitu, Sayang. Orang bisa berubah." "Iya memang, tapi kalau sudah pernah menyakiti hati ...." "Tidak baik jadi pendendam." "Ini bukan soal pendendam, Abang. Boleh di