Juna menurunkan Dinda di tepi ranjang. Dinda bangkit dari duduknya, ditarik kemeja Juna, lalu ia lepaskan satu persatu kancing kemeja Juna. Juna mengangkat dagu Dinda, bibir mereka saling cium dengan hasrat yang menggelora. Bibir berciuman, tangan Juna mekepaskan sabuk, dan restleting celananya. Kemeja Juna sudah terlepas, dijatuhkan Dinda di lantai begitu saja. Lalu Dinda duduk di tepi ranjang, ia lepaskan celana panjang, dan celana dalam Juna sekalian. Juna mengangkat kedua kakinya bergantian, agar Dinda bisa menyingkirkan celana dari bawah kakinya. Dinda menatap pasak Juna, yang berada di hadapannya. Kedua tangan Dinda mengurut pasak Juna yang sudah sangat tegang. Kepala Juna terdongak, wajahnya diusap dengan kedua telapak tangan. "Dinda ...." Juna berdiri dengan gelisah, uruta