Juna pulang dari kantor. Dinda menyambutnya di depan pintu, sambil menggendong Adis. Juna mengecup kening Dinda, ingin lanjut mengecup putrinya. "Eeeh, tidak boleh! Mandi dulu sana!" "Pelit!" "Abang boleh cium Dinda sesuka hati, meski belum mandi. Tapi, tidak untuk Adis!" "Ya sudah, kalau begitu aku mau cium Mommynya Adis sesuka hatiku sekarang." "Dasar omes. Kalau Abang cium Dinda, Adis mau dikemanakan?" "Ya tidak dikemana-kemanakan." "Iih, bagaimana sih? Kalau pas kita lagi asik main pasak bumi, Adis bangun bagaimana? Nanggung itu enggak enak, Abang." "Yang ngajakin main pasak bumi siapa, Sayang. Abang cuma mau cium-cium." "Oooh, Dinda pikir ...." "Jadi yang omes siapa, Sayang?" "Iya, Dinda Princess Omes. Mandi sana!" Dinda memanyunkan bibirnya. "Daddy mandi dulu ya, nanti k