Kris menajamkan penglihatannya seraya mengambil langkah. Dan saat kakaknya tiba-tiba berbalik, langkahnya kembali terhenti. “Baru pulang,” kata Ethan menyapa. Ia lalu mengambil piring dan meletakkan nasi goreng buatannya. “Ya. Ada masalah serius kemarin,” ujar Kris dan kembali memperhatikan jejak cakaran di punggung kakaknya. “Kakak tidak di rumah semalam?” tanyanya merasa penasaran. Apa mungkin kakaknya habis membeli perawan semalam? Karena dirinya juga memilki jejak yang sama di punggungnya setelah melakukan pertama kali dengan Jovinda. “Jika aku pergi, siapa yang menjaga istrimu? Suami yang harusnya menjaganya lebih mementingkan pekerjaan,” kata Ethan. Ia kemudian duduk dengan tenang dan mulai menyantap sarapan buatannya. Kris mengerutkan dahi, entah kenapa muncul pikiran buruk

