Cinta Pengganti~21

1622 Kata

“Duta …” Kiya mengetuk pintu kamar yang baru saja ditutup kasar oleh putranya. Saat menekan handle pintunya, ternyata Duta sudah menguncinya dari dalam. “Duta, buka kuncinya, dan jangan buat Bunda marah.” “Ki—” “Duta …” Gilang terdiam, saat Raissa muncul dari dapur dan ikut memanggil nama cucunya. Hati Kiya saja belum bisa Gilang dapatkan, kini ia juga harus berurusan dengan Duta. Gilang menduga, semua hal ini terjadi gara-gara Garry. Entah apa yang dikatakan Garry, sampai bisa mempengaruhi Duta seperti itu. “Duta, buka pintunya,” lanjut Raissa menggeser posisi Kiya, lalu mengetuk pintu. Ia sempat mendengar ucapan Duta yang cukup keras saat tengah menggoreng telur dadar. Karena itu, Raissa menunggu telurnya matang terlebih dahulu, mengangkatnya, barulah keluar untuk menemui sang cucu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN