“Pa, aku minta kelonggaran waktu kerja selama satu bulan.” Ulah apa lagi yang akan diperbuat Gilang selama satu bulan ke depan, pikir Adi. Ia baru saja kembali dari rumah sakit, tetapi sudah dituntut penyataan seperti itu oleh putranya. “Kasih alasan yang jelas, kenapa Papa harus ngasih kamu kelonggaran, padahal kamu baru kembali lagi ke Jurnal?” “Aku mau antar jemput Duta sekolah.” “Kenapa—“ “Cuma satu bulan, Pa,” mohon Gilang kemudian mengikuti Adi pergi ke ruang kerjanya. Dianti sepertinya masih berada di rumah sakit dengan Kasih, karena Gilang tidak melihat wanita itu pulang bersama Adi. “Bagaimana dengan Kiya?” Adi berhenti sebentar saat sudah berada di tengah-tengah ruang kerjanya. Namun, setelah itu ia berbalik dan kembali pergi keluar ruangan. “Kalau Duta aman, Kiya aman.” Gi

